Showing posts with label Kuliner Bandung. Show all posts
Showing posts with label Kuliner Bandung. Show all posts

LERENG ANTENG PANORAMIC COFFEE PLACE, BANDUNG

0 komentar

Libur Idul Fitri lalu saya mengajak seluruh kelurga besar saya ke Bandung. Nggak ada ide mau mengajak mereka makan dimana, secara tau sendiri kalau libur panjang Lebaran itu Bandung maceeeet ceet sama orang Jakarta (lah apakabar gue hahaha). Tapi berhubung semua adik-adik kepengennya main ke daerah atas, akhirnya saya memutuskan ke daerah Punclut yang menurut saya nggak se-crowded daerah Dago Pakar. Tujuan utama langsung ke area wisata Punclut yang lagi happening. Kalau kamu datang dari arah Dago dan melewati perumahan Citra Green Ciputra, setelah mentok di persimpangan terakhir, kamu belok kanan, lurus saja sampai ketemu plang Kawasan Wisata Punclut besar-besar (setelah melewati rumah-rumah makan dipinggir tebing). Di dalam satu area ini terdapat beberapa restoran yang lagi happening seperti Lereng Anteng, Tafso Barn, dan De Blankon. Dan ternyata dugaan saya salah sodara-sodara, Punclut padet jugaaaa…gils banget ini orang-orang pada liburan ke Bandung semua apa hahaha…


 
Saking penuhnya even mau parkir aja susah, saya akhirnya memilih mengunjungi Lereng Anteng melihat banyak review bagus tentang restoran ini sebelumnya dan ternyata pas masuk ke dalamnya penuhnya masya Allaaaaaah! Mau antri pesan saja sampai keluar restoran antrinya hahaha *usapkeringet dan waiting list-nya sampai 30 *pingsan




Anyway, singkat cerita, meskipun harus berdesakan, thanks to my hubby yang entah bagaimana caranya dia berhasil mendapatkan tempat duduk di lesehan bawah yang view-nya asik *hooray! Saya dan sekeluargapun bisa selonjoran dengan manis sambal menunggu pesanan datang. FYI, Lereng Anteng ini mendesain restorannya dengan cantik dan unik, memanfaatkan kontur tanah yang bertingkat dan tebing dengan pemdangan Bandung yang luar biasa hijau dan indah. Lereng Anteng menyulap areanya menjadi sebuah area piknik dengan tenda-tenda kecil di tengah-tengah area dan juga area lesehan dengan bean bag yang super comfy buat leyeh-leyeh. Ditambah dengan semilir angina dan sejuknya udara perbukitan Bandung, berlama-lama disini benar-benar asiiik sampai pengen tidur aja rasanya hehehe…


Lereng Anteng juga memiliki beberapa spot foto cantik yang bisa dimanfaatkan untuk pecinta selfie. Tips-nya datanglah sepagi mungkin atau jangan datang pas liburan kayak saya hahaha…soalnya mau di sisi manapun susyeee bener dapet spot foto bagus (isinya orang semua hahaha).  

 

Well, setidaknya saya masih sempat dapat beberapa area yang oke buat foto meskipun rela pasang muka tembok a.k.a berani ngusir orang hahaha…Untuk menunya, Lereng Anteng hanya menyajikan aneka masakan Indonesia. Adapun makanan western paling hanya beef sausage dan French fries. Disini kamu bisa pilih mulai dari aneka nasi goring, nasi liwet, roti bakar, atau cemilan tradisional khas Bandung seperti cireng atau tape dan singkong bakar. Untuk minumannya, tersedia aneka jus dan kopi. Kopi Vietnam-nya wajib dicoba! 

Tongseng Sapi - 25K

The only verdict of this menu is, porsinya yang kecil dan pakai piring (sungguh ajaib hahaha!). Biasanya menu kuah pakai mangkok ya, ini pakai piring cekung hihihi lucu aja liatnya. Untungnya, kuahnya enak, bersantan namun masih light dengan rasa manis dan pedas yang juga pas dan potongan daging yang besar-besar. Cocok banget dimakan hangat-hangat untuk menghangatkan perut guys!


Bebek Sambal Matah - 28K

Bebek Goreng-nya lumayan empuk dengan kulit yang juga crispy, yang istimewa itu sambal matah-nya, pedas segar dan harum aroma daun jeruk purut dan sereh-nya luar bisa menggugah selera makan! 
 

Bebek Penyet - 28K

Bebek yang ini juga sama dengan Bebek Sambal Matah, bedanya hanya di sambalnya. Emang orang Sunda katanya terkenal dengan sambal-nya, sambal untuk hidangan ini juga juara. Sambal ulek cabai dan terasi biasa sih, tapi entah mengapa enak bangeeet, nggak terlalu pedas juga, tapi nagihin! (saking laparnya, saya sampai ga saggup untuk memotret bebek penyet ini hahaha. tapi tampilannya sama persis kok kayak Bebek Sambal Matah di atas hanya saja bebek-nya digeprek aja)

Vietnam Drip – 15K

The first time trying vietnamese coffee dan ternyata sukaaa...ya sebenarnya sih nggak ada bedanya dengan kopi susu, bedanya dari segi penyaringan kopinya aja sih. Kombinasi kopi dan susu kentalnya pun pas. Saya bisa merasakan kopinya yang pekat dan juga manisnya susu di saat bersamaan. Wajib dicoba untuk yang suka light coffee.


Overall, saya dan keluarga cukup puas bisa makan siang sambil menikmati udara Bandung yang sejuk disini. Dengan harga makanan yang murah, citarasa makanannya pun tidak murahan. Spot foto yang bagus juga mendukung sekali untuk saya dan keluarga berlama-lama disini. Tips-nya lain kali kalau mau kesini better jangan di hari libur panjang atau libur anak sekolah hehehe...dan kalaupun mau weekend, ada bagusnya datang lebih pagi untuk mendapat tempat yang "pewe" dan bisa foto-foto sepuasnya tanpa diganggu orang lalu-lalang hehehe...

Lereng Anteng
Kawasan Kuliner Punclut
Kampung Pagermaneuh, Desa Pagerwangi
Punclut, Lembang, Bandung Barat
IG: @lerenganteng 
Jam buka: 
weekday 08 AM - 10 PM
weekend 08 AM - 11 PM

GORMETERIA, BANDUNG

0 komentar


Bosan sama nuansa restoran yang minimalis atau industrial? Coba mampir ke Gormeteria, Bandung deh guys, disini kamu bisa merasakan makan dengan nuansa hutan.

Sebelum puasa kemarin, saya menyempatkan makan siang di restoran yang lagi happening di Bandung ini. Lokasinya mudah di jangkau banget, tepatnya di Jalan Pasir Kaliki 79. Kalau dari arah Pasteur kamu jangan naik fly over, belok kanan setelah lampu merah dan Gormeteria posisinya di sebelah kiri jalan, tepat di depan Ananta Salon. Gormeteria menempati gedung bertingkat menyatu dengan hostel di bagian paling atas. Untuk mencapai restoran, kamu hanya perlu masuk melewati sliding door lalu menaiki tangga ke lantai dua atau bisa langsung naik lift dari parkiran basement. Gormeteria menghadirkan suasana hutan di tengah hiruk pikuk kota Bandung. Baru masuk ke lobi depannya saja, saya sudah terkaget-kaget dengan patung singa yang besar sekali di bawah tangga (lupa di foto hahaha). Naik ke lantai dua, saya disambut dengan ornamen hutan pada sisi tangga mneuju lantai tiga lengkap dengan patung monyet yang menggantung dan ayunan dari tali tambang. Hmmmm...sayangnya saya datang di siang hari, banyak yang bilang lebih baik datang kesini malam hari untuk lebih merasakan serunya hutan dengan pencahayaan remang-remang hihi...




Well, meskipun siang hari, sebagian area restoran ini memang didesain dengan nuansa temaram sih. Masuk ke area setelah lobi, saya seolah dibawa masuk ke dalam hutan dengan wallpaper hutan hijau dan lampu temaram-nya dan kalau kamu jeli kamu bisa menemukan ada gorila di dinding. Ups! hati-hati kaget hahaha...tapi untungnya hanya wallpaper kok. Ada juga beberapa patung hewan yang di letakkan disudut-sudut mengagetkan, seperti burung hantu di atas pilar dan monyet menggantung di dalam toilet! (asli ini langsung bikin anak saya lari, pas buka pintu toilet melihat ada monyet hahaha)


Saya rasa Gormeteria nggak sepenuhnya menghadirkan nuansa hutan. Di beberapa sudutnya di desain dengan gaya retro (bagian dekat open kitchen) dan homey victorian mixed vintage style dengan lemari kayu besar berisi barang-barang antik, sofa kulit serta kursi goyang kayu yang bikin kita berasa pulang ke rumah nenek. Keseluruhan areanya sangat luas, kira-kira bisa menampung 200 orang. Saat saya kesini pun, di salah satu areanya sedang di set untuk bridal shower.


Sambil menikmati suasana a la alam yang homey hihihi, kamu bisa memanjakan lidah dengan beragam pilihan menu disini, mulai dari masakan Indonesia, Asia, Western sampai Italia. Untuk minumannya aneka mocktail yang segar dan kopi merupakan salah satu minuman recommended disini. Yuk lihat apa saja menu yang saya coba disini:

Lychee Mojito & Shiny Fresh - 37K

Kedua minuman ini adalah favorit disini. Tampilannya cukup membuat siapapun, apalagi dilihat pas sedang puasa, langsung menelan ludah. Cantik dan segar banget penampilannya ya! Keduanya berbahan dasar soda dengan campuran buah-buahan. Lyche Mojito kental dengan rasa manis leci dan sedikit asam dari lemon sementara Shiny Fresh dominan asam segar dari percampuran strawberry dan sunkist. Keduanya patut dicoba apalagi di siang hari. 

Lychee Mojito 
Shiny Fresh

Patatas Brava - 65K

Sebelum mampir kesini, saya sempat melihat rekomnedasi dari food blogger favorit saya Anak Jajan, dan mereka merekomendasikan si Patatas Brava ini. Menu ini masuk dalam daftar appetizer sih, tapi saat melihat porsinya, saya rasa untuk menu utama pun sangat cukup! Patatas Brava ini merupakan hotplate khas Spanyol yang terdiri dari kentang hashbrown, chunky chicken, brokoli, daging asap, telur dan lelehan keju mozzarella yang super duper menggoda saat disajikan hangat-hangat! Menu ini cocok banget buat anak-anak menurut saya karena ada banyak pilihan makanan dalam satu piring. Anak saya suka banget sama telur dibalut lelehan kejunya hahaha...


Fettuccine Smokey Creamy Chicken - 65K

Pasta yang super creamy dengan porsi besar ini sangat cocok di lidah saya yang kebetulan pecinta saus yang creamy dan cheesy. Teksturnya saus krim-nya tidak terlalu pekat dengan perpaduan aroma dan rasa keju dan susu yang pas dan tidak membuat eneg. Ditambah dengan crunchy smoked beef dan bruschetta seporsi pasta ini sangat mengenyangkan! 


Fettuccine Sambal Matah - 65K

Kepengan makan masakan Italia tapi dengan sentuhan Indonesia? Wajib nyobain yang satu ini guys! Pasta dengan sambal matah yang super pedas (buat saya pribadi sih pedas banget ini hahaha) khas Bali ini bikin mata langsung melek deh. Dari sisi tampilannya, pasta ini disajikan a la aglio olio yang simpel dan oily, tanpa tambahan apapun hanya sambal matah, suiran ayam dan parutan parmesan. Sepintas tidak ada bedanya saat menyantap mie yang hanya disiram saus sambal. Well, kembali ke selera masing-masing sih!


Thai Tea Layer Cake - 35K

Belum lengkap rasanya makan disini tanpa mencicipi hidangan penutup yang menjadi viral di sosial media baru-baru ini. Yes, the Thai Tea Layer Cake! Jauh sebelum mampir kesini, rasanya lidah saya sudah gatel pengen nyobain lelehan saus Thai Tea-nya dan saat layer cake sudah tersaji di meja saya, semua penasaran itu langsung terbayar. Oh God! This cake was super duper amazing! Sebagai pecinta Thai Tea, saya hapal banget seperti apa rasa Thai Tea yang enak dan pas, dan Gormeteria berhasil membuat saus Thai Tea, yang pas dengan rasa manis susu dan pahit-getir-nya teh yang seimbang. Sumpah ini nagihin banget! Sampai-sampai saya pesan take away buat disimpan untuk buka puasa keesokan harinya hahaha...




Overall, saya sangat menikmati makan siang disini. Selain suasananya sangat homey dan terkesan kembali ke alam, pelayanannya pun ramah dan terhitung cepat. Harga makanan disini untuk area Bandung saya rasa masih masuk akal meskipun ada beberapa items yang saya rasa terlalu overpriced. Untuk menunya sendiri, saya berharap Gormeteria kedepannya makin menambah daftar menunya nggak hanya masakan Western dan Italia terus. Karena saya pribadi sebenarnya bosan sih, tempat sudah bagus dan oke, tapi makanannya kalau nggak pasta ya daging-dagingan a la western ya. Saya yain sih Gormeteria bakalan jadi tempat hip di Bandung. Semoga nggak cepat puas dan terus berkembang ya! 

Gormeteria
Jalan Pasirkaliki No. 176
Bandung
IG: @gormeteria
Telp. +622 20524850

Jam Buka : 07.00 - 23.00WIB
Price Range :15,000 - 70,000

SEJIWA COFFEE, BANDUNG

0 komentar


I've heard about this new coffee shop in Bandung from several my fellow Bandung foodies. It's been five months since their establishment in December 2016 back then and I haven't pay a visit here. Yesterday, when waiting for my hubby had his Friday prayer, I spent my time strolling around this cool coffee shop. My first impression of this coffee shop was WOW! I thought this is the biggest coffee space I've ever visited in Bandung. The place was so spacious, divided into two area downstairs and upstairs with estimated 200 seats I thought. 

Sejiwa was brought to you by the people behind Please Please Please restaurant in Progo 37 which is only a few blocks from this coffee shop. If Please Please Please designed with retro-colorful style (read my review here), Sejiwa's area was set clean and neat in minimalist-industrial design with dominant white, grey and soft brown colors. They also put several icons such as a vintage scooter and mural with a citation of Sapardji Djoko Damono's famous poem "Aku Ingin". The most important thing, I love how they design the whole area with big and clear windows and high ceilings which make the whole area became soooo intagrammable. 

Let's take a look of what they have inside first!

The first floor area....


The cute poem citation in the wall & the vintage scooter

The other unique thing is their staff's uniform. They use clothes look like a lab white uniform written with Sejiwa "Staff Uniform". Isn't it cool?!



 The upstairs area...


Well, talking about the food and coffee served, I feel sorry that I only spent one hour here with a full tummy after my breakfast. So, I just did fast screening on the menu and decided to take my all time fav Flat White coffee and one of their best-selling Almond Croissant.

Flat White - around 25K

Having this coffee along with my sweet Almond Croissant was the best pairing. As I'm not a bold coffee drinker, sipping the light taste of this coffee with balance acidity was perfect to neutralize my plaate after munching the sweet croissant.


 Almond Croissant - 17K

I love this sweet almond croissant even though the texture is not as flaky as the look. The almond filing inside was moist and in a right amount of sweet. Best paired with your coffee! 


Sejiwa also offers range of food starting from appetizer, brunch to main course. The price ranging from IDR25,000 to 70,000. Overall, I love to spent my short hour here. The staff was very helpful and kind. The price was still in Bandung's coffee shop range which is still cheaper compared to Jakarta and for wi-fi seekers, their wi-fi speed was very fast. The only concern was only their air circulation. I didn't know whether at that time the sun shined so bright and hot since I sat near by the window or the air condition wasn't works well. I just feel like in the sauna hahaha... Surely will be back to this coffee shop to try their other menu. 


Sejiwa Coffee
Jl. Progo No. 15
(accross Kopi Progo)
Bandung
IG: @sejiwacoffee

 
  • Eating Until Die © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes