Bubur Ayam Pa' Otong, Bandung

Satu hal yang saya rindukan di Bandung saat tengah malam adalah bubur ayamnya. Lho? Kok bubur ayam? kenapa malam? Bukannya enaknya disantap pagi hari? Eits, itulah bedanya Bandung dan Jakarta. Entah mengapa di Jakarta saya sulit sekali menemukan penjual bubur yang buka hingga pukul 1 malam, tapi di Bandung menjamur! Mungkin juga karena udara Bandung malam hari cocok untuk menyantap semangkuk bubur yang hangat ya. Well, that's my opinion sih, tapi memang rasanya hanya di Bandung menikmati bubur ayam itu lebih hidup dan nikmat di malam hari. 


Sebutlah beberapa bubur terkenal yang sudah pernah saya coba seperti Bubur Ayam Mang Oyo, Bubur Pelana, dan Bubur BKR, hampir semuanya ramai di malam hari. Nah, sedikit penasaran dengan beberapa bubur ayam malam hari lainnya, saya menelusuri sudut kota tua Bandung dan menemukan satu kedai bubur ayam yang juga lagi hits di Bandung (tadinya kepengen nyobain Bubur Gibbas yang terkenal banget juga atas rekomendasi cici Mullie myfunfoodiary, tapi jam 12 malam sampai sana ternyata sudah habis huft!), namanya Bubur Ayam Pa' Otong. Lokasinya nggak jauh dari Bubur ayam Gibbas di sekitaran pasar Andir, hanya saja si Bubur Ayam Pa' Otong ini posisinya pas disebelah Pasar Andir, kedainya mangkal pas di depan jalan kecil sebelah Pasar Andir. Tempatnya memang tidak besar, hanya sebuah gerobak bubur tanpa tenda dan hanya ada beberapa meja dan kursi plastik di pinggiran toko-toko. Namun, anehnya ramai sekali pengunjungnya dan hampir semuanya bermobil lho! 


Bubur yang ditawarkan disini hampir sama dengan bubur lainnya, semangkuk bubur dengan beragam topping yang bisa dipilih seperti bubur ayam komplit, bubur ayam ati ampela, bubur ayam biasa, dll. Topping andalannya sudah pasti suiran ayam dan cakue. Untuk tambahan kita bisa mencicipi telur ayam muda yang menjadi favorit saya. Malam itu karena sudah lewat jam 12 malam yang tersedia hanyalah bubur ayam biasa huhuhu...tapi untungnya masih ada telur ayam muda dan cakue. Jadilah saya memesan semangkuk bubur ayam dengan topping ayam suir, cakue dan telur ayam muda. Btw, pelayanannya cepat sekali, setelah memesan, bubur saya datang hanya 1 menit! Iyes 1 minute gilak hahaha! 

Porsinya lumayan besar untuk harga Rp15K, namun masih lebih banyak porsinya dari bubur ayam yang saya sebut sebelumnya sih hehehe...Tapi bedanya disini toppingnya bukan hanya banyak tapi potongan besar-besar. Iya besar! Lihat saja suiran ayam-nya, kalau kata saya sih ini bukan ayam disuir tapi dipotong kecil-kecil soalnya besar-besar sekali. Cakue-nya pun potongannya besar-besar. Jadi, meskipun buburnya nggak banyak, toppingnya-lah yang membuat kenyang hahaha...Buburnya sendiri kepadatannya pas, tidak terlalu lembek dan encer.  FYI, Bubur Ayam Pa' Otong ini tidak menyediakan kecap manis, asin, emping atau kacang sangrai sebagai pelengkap seperti pada bubur ayam lainnya, namun tanpa kecap pun rasa buburnya gurih sekali! Rasa buburnya nggak aneh sama sekali tanpa kecap sedikitpun. ENAK! Boleh juga menambahkan lada putih kalau mau lebih gurih dan sedikit pedas


Bubur Ayam Pa' Otong ini buka mulai jam 6 sore hingga jam 1 dini hari. Untuk pecinta kuliner malam ad abaiknya mampir kesini sebelum tengah malam biar nggak kehabisan. Dan just a few tips, buat yang agak-agak higienis hehehe, better makan di mobil aja soalnya tempatnya agak kotor dan tercium bau tak sedap, ya namanya juga di dekat pasar ya. Namun, percayalah, meskipun lokasinya begitu tapi tidak mengurangi sedikitpun kenikmatan rasa Bubur Ayam Pa' Otong ini. 

Bubur Ayam Pa' Otong
Jl. Jend. Sudirman (sebelah Pasar Andir, sebelah kanan jalan kalau sudah melewati penjual sayur dan daging di tengah-tengah jalan, lihat sebelah kanan jalan ada spanduk hijau besar bertuliskan Bubur Ayam Pa' Otong)
Bandung
Jam buka : 18.00 - 01.00 WIB

0 komentar:

Post a Comment

 
  • Eating Until Die © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...