CHINATOWN BANDUNG: SERUNYA BER-SELFIE RIA DI KAMPUNG PECINAN TEMPO DULU

0 komentar


Holaaa, nggak kerasa sudah masuk tahun baru aja yaaa...Happy New Year 2018 buat kalian semua. Terima kasih buat kalian yang masih setia membaca blog saya yang kembang kempis ini ataupun yang masih setia likes postingan-postingan saya di Instagram. Tanpa kalian saya bukanlah apa-apa *terharu *alalaMissInternational ahahaha....di tahun 2018 ini, saya nggak pasang resolusi muluk-muluk terkait passion saya ini, cuma kepengen lebih menyempatkan diri menulis disela-sela kesibukan jadi working mom and wife biar tetap produktif aja. Nah, di 2018 ini juga, saya ingin memperkenalkan keluarga kecil saya yang jarang banget tampil di postingan saya. Banyak banget teman-teman yang nanyain, "kenapa sih postingan IG, FB, Blog elo isinya makanan melulu, anak elo kek sekali-sekali" hahaha lucu-lucu sih kalo denger temen-temen malah protes isi IG aku makanan yang bikin orang ngiler aja. Jadi, starting in 2018, aku berpikir ada bagusnya juga mengikutsertakan my little family mejeng-mejeng di postinganku ya kaan...secara sebenernya suami dan anak laki-laki aku satu-satunya ini juga banyak menyupport passion-ku ini.

So, let's welcome THE WARANGGANA'S. 


My husband, Bonang. Let's welcome my partner-in-crime, fotografer selfie saya, fotografer cadangan, temen berantem, temen cerita dll. (sebenernya panggilan sayangnya Adit hahaha, tapi semua orang uda kenal dia dengan nama Bonang, yadah Bonang aja). Suami tercinta ini sebenernya sebisa mungkin, saat dia nggak lagi dinas, pasti ikut di setiap acara yang berhubungan dengan food blogging saya. Dia juga siap sedia nemenin saya review restoran-restoran favorit saya, termasuk motretin dan bikin video di IG lho...


My boy, Arga. ini sih gak usah ditanya, dia mah foto model saya dan tim rusuh di tiap aku lagi motret atau nulis hahaha...

*muka si Arga kesel disuruh senyum di bawah matahari wkwkwkwk

In my next post, insya Allah bakalan banyak mengikutsertakan The Waranggana's biar makin seru, tapi mungkin lebih banyak muncul untuk postingan travel atau hotel review aja. Well, thanks for welcoming my little family. Udahan ah ceritanya, sekarang simak yuk cerita liburan akhir tahun the Waranggana's. 
___________________________________________________________________________


Libur akhir tahun 2017 kemarin as usual kita spent time di rumah "mertua indah". Sengaja ambil cuti panjang dari Natal sampai menjelang tahun baru demi menikmati waktu di Bandung lebih lama, tapi ternyata zoooonk bangeet, Bandung kalau libur panjang ampun-ampunan macetnyaaaa...Isinya orang Jakarta semua (pura-pura jadi orang Bandung gw *tutupmuka). Niatnya pengen main ke Dago Pakar, tapi melihat waze diman-mana merah semua akhirnya si Mas Bonang ngasih saran jalan-jalan di dalam kota aja. Tapi kan euuummmm, kemana yaak yang seru dan asik buat foto-foto. Setelah mikir panjang akhirnya memutuskan mampir ke Chinatown yang sebenarnya sudah happening sejak Agustus 2017 tapi sama sekali belum sempat mampir kesini hahaha....


Jadi, singkat cerita, mainlah The Waranggana's ke Chinatown Bandung. Lokasi wisata dalam kota ini berlokasi di Jalan Kelenteng No. 41, Ciroyom, Andir atau lebih tepatnya di daerah Pecinan Bandung. Nggak susah kok menemukan Kampung Pecinan ini karena lokasinya berdekatan dengan kelenteng tertua di Bandung, Kelenteng Xie Tian Gong (Vihara Satya Budhi) dan sangat dekat dengan pusat kuliner Gardu Jati dan Cibadak. Kami datang kesini menjelang sore hari dan ternyata susah sekali parkirnya. Sampai harus berputar berkali-kali dan akhirnya dapat di dalam-dalam gang perumahan dan harus berjalan sedikit menuju Chinatown.

*QuickTips: datanglah di pagi hari sehingga masih bisa dapat parkiran di area depan sepanjang Chinatown atau naik taksi online ajah kalo nggak mau ribet parkir ;-)


Untuk masuk ke Chinatown ini dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp20.000 per orang di weekend dan Rp15.000 per orang di weekday, anak bayi hingga 3 tahun masih gratis yeaaay (lumayan juga ini secara bawa pasukan bocah banyak hahaha). Nah, yang perlu diperhatikan nih, transaksi di area Chinatown ini hanya bisa menggunakan kartu baik Flazz/Debit/Kartu Kredit BCA. Kalau kamu tidak punya kartu tsb, kamu bisa beli kartunya di loket di sebelah kanan pintu masuk. Tenang aja nggak usah taku kehabisan saldo, ATM BCA tersedia di beberapa spot di dalam Chinatown kok. Jadi nggak pelru repot isi ulang ke kasir lagi. 


Area Chinatown ini terlihat kecil dari luar ternyata pas masuk ke dalamnya luas sekali. Modelnya berupa taman mini yang isinya toko souvenir, tempat makan, playground dan spot-spot foto yang dihias ala kampung pecinan tempo dulu. Pokoknya pas pertama kali menginjakkan kaki kesini saya seolah dibawa ke negeri Tiongkok jaman dulu deh! Di pintu masuk terdapat Chinatown Museum dimana kita bisa melihat sejarah Kampung Pecinan ini dan sejarah persodaraan Indonesia dan Tiongkok juga. Sangat mengedukasi anak-anak untuk mencintai sejarah bangsa. Di museum ini juga kita bisa melihat koleksi barang-barang jadul yang super instagenic! 


Beranjak dari museum, kita akan disuguhkan area terbuka dengan jejeran kursi dan lampion cantik. Di sisi kiri dan kanannya berjejer toko-toko lengkap dengan desain a la Tiongkok dan barang-barang jadul yang jadi objek asik buat foto ataupun foto selfie. Yuk lihat deretan foto di bawah ini....



Beranjak ke area tengah, terdapat taman cantik dengan jembatan merah yang cocok banget untuk foto selfie dan mostly sih area ini dipakai untuk yang mau foto dengan kostum tradisional Tiongkok. Kamu bisa menemukan penyewaan kostumnya tepat diseberang jembatan ini dan siap-siap antri ya...


MORE PHOTOS FOR SELFIE LOVERS! Spot-spot ini adalah beberapa dari banyak spot foto dengan barang jadul atau wallpaper unik yang mostly penuh sama pengunjung yang pengen foto group atau selfie. Meeeen, even ada ya anak cowok paruh baya (gw rasa dia kind of model of social butterfly yang IG-nya isinya foto selfie dirinya) bawa fotografer sendiri dan dia bergaya dengan santainya di beberapa spot foto macam lagi pemotrneta dan bikin orang antri!! (hahaha asli sebagai ibu-ibu gw ngakak liat tingkah anak cowok itu, Argaaa jangan begitu ya naak kalau udah gede!!) *saking amaze-nya sampe lupa mau motret anak itu hihihi


QuickTips: Kerahkan semua tenaga kalian untuk berjibaku ngantri di spot-spot foto ini. Kalau kosong langsung hajar jangan diem aja sok sok mempersilahkan orang duluan, abis itu trust me, you won't got a place! Sumpah weekend kenapa orang semua jadi narsis yak hahaha

Di area belakang terdapat playground anak yang lumayan besar. Untuk masuk kesini per anak dikenakan biaya sebesar 40.000 untuk 1 jam bermain (asli ini nguras kantong banget!). Di sekitar playground ini juga terdapat area bermain dewasa macam di Dufan. Permainan adu tangkas yang ngelempar-lemparin kodok terus dapet hadiah atau nembak-nembakin kuda gitu deh...Di area ini juga terdapat food court yang lebih besar dengan beragam pilihan makanan yang lebih lengkap dan mostly sih makanan Indonesia dan Chinese beserta bermacam street food khas Indonesia. Tempat duduk di area ini juga lebih banyak, cuma kalau weekend memang agak sulit mencari yang kosong sih.


TIME TO EAT! 

Well, I'm throwing you up too much photos but now let me share you some food I tried. Nggak banyak sih, soalnya bawa anak bocah yang lari kesana kemari dan Chinatown super crowded di musim liburan kayak kemarin. Jadi, malas antri lama dan nyobain yang sekiranya nggak antri aja hihi...

Terminale Gelato - 35K (2 scoops)

Lokasinya tepat di depan arena bermain anak dan antri banget, jadi penasaran deh nyobain satu-satunya gelato yang ada di Chinatown ini. Harga per scoops-nya 20 ribu, tapi 2 scoops hanya 35 ribu saja!. Aku nyobain yang strawberry dan black charcoal aaand it's surprisingly so so goood! Strawberry-nya asam-manis dan segar banget dan Black Charcoal-nya juga surprisingly asam-manis dengan sensasi getir kerikil-kerikil gitu (apaa ya isitilahnya hahaha). Enak deh dan cocok buat dinikmati di cuaca Bandung yang panas di siang hari.


Thai Tea by Ammata - 20K

Lokasinya tidak jauh dari loket pintu masuk utama, di sebelah kanan dekat ATM BCA. Untuk cuaca siang yang terik, minum Thai Tea by Ammata lumayan menyegarkan.


Salted Egg Chicken Bowl by Hungry Hippo - 31K

Surprisingly happy pas nemu quick rice bowl ini, salted egg-nya super rich tapi nggak bikin eneg dan porsinya pun cukup besar. Psss, cobain juga Fried Wonton mereka deh, cuma 20 ribu dapat 4 pcs tapi gede banget ukurannya! Teksturnya pun crunchy banget dengan isian ayam yang juga lembut dan gurih. Lokasinya tepat di seberang jembatan merah ya guys. 


Aneka sate by Shakao

Karena si Arga lapar dan pengen nyemil yang cepet sambil dia main di playground, aku beliin dia sate-satean di kedai Shakao ini. Ada banyak varian sate mulai dari sate bakso, fishball, telur, daging, ayam hingga sayuran. Harganya pun beragam sesuai dengan warna cat pada tusuk sate-nya. Range-nya mulai dari 5-9 ribu saja per tusuk. Uniknya disini setelah pesan kita akan diberikan semacam "pager" yang akan berbunyi saat pesanan kita sudah selesai dibakar. Jadi, sambil menunggu pesanan kita dibuat kita bisa jalan-jalan dulu deh! Lokasinya pas dibelakang Terminale Gelato. 


Kedai Kopi "Pantes" - Iced Latte Gula Melaka - 28K

Pas lagi nunggu pesanan Shakao-ku jadi, nggak sengaja melihat ada tangga menuju ke atas sebuah bangunan tepat di atas Shakao. Kirain cuma tempat untuk foto-foto aja kayak yang lain, taunya pas ke atas eh kedai kopi betulan hehehe...Kedai Kopi Pantes ini kecil tempatnya tapi mengingatkan kita apda tempat ngopi rakyat a la Tiongkok jaman dulu. Seluruh kedai-nya juga membuat kita serasa ngopi di China back to 20's era. Aku nyobain Iced Latte Gula Melaka-nya yang emang signature dan suprisingly very good! Kopinya light dengan sensasi manis khas gula aren yang mengingatkan saya akan kopi susu kekinian. Cocok banget buat yang nggak suka kopi terlalu pahit nih.


Bolu Bakar Tunggal - 34K

Awalnya, sama sekali nggak niat beli apa-apa lagi pas mau pulang, tapi pas menjelang pintu keluar, aku dan adik-adik mencium aroma semacam roti bakar yang sumpah enaaaak banget wanginya. Ternyata berasal dari kedai Bolu Bakar Tunggal tepat sebelum pintu keluar Chinatown. Bolu Bakar Tunggal ini adalah bolu bakar yang mirip dengan roti bakar tapi bahan dan teksturnya memang kue bolu sih. Bolu-nya di isi dengan beragam isian seperti selai kacang, cokelat, keju, wijen atau variasi keduanya. 


Aku mencicipi salah satu favorit disini, Bolu Bakar Roombutter Cheese. Aroma roombutter-nya itu lhoooo sumpaah nggak boong menggoda imaan, enaak bangeeet! Dan setelah dibakar tekstur bolunya jadi mirip roti bakar tapi lebih lembut dan flufyy, menul-menul asik gitu pas digigit dan rasa kejunya subhanallah nggak ngerti lagi, THE BEST BOLU BAKAR I'VE EVER TRIED! Asli WAJIB KUDU BANGET nyobain Bolu Bakar Tunggal ini kalau ke Chinatown. Cocok dijadiin oleh-oleh juga buat orang dirumah. 



Well, overall The Waranggana's dan ponakan-ponakan serta adik-adik puas banget main di Chinatown ini, meskipun harus rela antri buat sekedar foto dan cari makan. Tips buat yang pengen puas-puasin foto disini, lebih baik datang di saat weekday, atau datang lebih pagi saat weekend. Dan oh ya, better pakai baju agak nyaman karena ini kan outdoor dan Bandung kalau siang panas juga lho hihihi....dan jangan lupa siapin duit yang banyak di kartu BCA-mu supaya nggak repot isi ulang ke ATM ya! 

Psssst...kalau kamu suka night photo, area Chinatown ini lebih cantik di malam hari lho. Lampion-lampion warna-warni itu menyala dengan indahnya saat malam tiba. Jadi, pastikan punya tenaga cukup untuk berlama-lama di Chinatown sampai malam kalau mau lihat cantiknya lampion ini ya! 

So, sudah tau kan kalau ke Bandung kamu kemana?! Sampai ketemu di postingan jalan-jalan The Waranggana's berikutnya!


Chinatown Bandung
Jalan Kelenteng 41
Ciroyom, Bandung
Jam Buka: 
Weekday 11.00 - 22.00
Weekend 10.00 - 22.00

 
  • Eating Until Die © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes